
Quran diturunkan di daerah arab dengan menggunakan bahasa arab. tentunya Alloh mempunyai alasan tersendiri dengan hal itu. kenapa diturunkan di Arab? kenapa diturunkan dengan bahasa Arab? apakah karena turunnya di Arab, bukan di Indonesia? kenapa bahasa yang di pakai di surga oleh ahli surga adalah bahasa arab? begitu banyak pertanyaan dengan berbagai jawaban menurut versinya masing masing.
terlepas dari pertanyaan itu semua, saya ingin mencoba membahasnya menurut pengalaman saya sendiri. Alhamdulillah saya diberi kesempatan mengenal 5 bahasa selama ini. bahasa sunda, indonesia, arab, inggris dan jepang. untuk bahasa inggris saya mempelajarinya secara formal selama smp dan sma, bahasa arab waktu di pesantren, sedangkan bahasa jepang saya mempelajarinya dari tahun 2004 sampai sekarang.
diantara lima bahasa itu, semuanya mempunyai kelebihan dan kegunaan tersendiri. menurut saya bahasa arablah yang paling susah sekaligus paling indah tata bahasanya. khususnya bahasa Arab yang digunakan dalam Alquran. bahasanya penuh dengan syair-syair dan tata bahasa yang bisa membuat seseorang menyucurkan air mata. merupakan kebahagiaan tersendiri bisa sedikit memahami alquran baik yang sedang dibaca ataupun didengarkan, apalagi kalau seseorang membacanya dengan lantunan suara yang sangat merdu seperti suara ini. juga merupakan kebahagiaan tersendiri bila mengerti bacaan shalat yang diucapkan, begitu juga do’a yang imam bacakan.
kurikulum pendidikan yang diajarkan di lembaga pendidikan Islam, kalau memungkinkan di sekolah biasa juga, hendaklah selalu menekankan pada pembelajaran bahasa arab di samping bahasa-bahasa yang lain. karena memang kehidupan siswanya yang tidak jauh dari “bahasa arab”. shalat, alquran , do’a ( meskipun tidak harus dengan bahasa arab ) adalah sesuatu yang selalu dekat dengan kehidupan muslim.
mudah-mudahan dengan mengerti apa yang dibaca, menjadikan seorang muslim bisa lebih memahami Alquran dan keindahannya agar bisa lebih mendekatkan kepada Tuhannya.
Sabtu, 02 Mei 2009
pentingnya memahami bahasa arab
Diposting oleh pondok pesantren fathul ma'arif suru di 01.17 0 komentar
Label: Pendidikan
Jumat, 01 Mei 2009
PROFESIONALIME GURU ANAK USIA PRASEKOLAH

Taman kanak-kanak sebagai lembaga prasekolah yang merupakan bagian terpenting dari rangkaian sistem sebagai upaya mengantarkan anak untuk memasuki jenjang pendidikan dasar. Dalam pembelajaran di usia prasekolah atau TK merupakan bentuk pendidikan yang menyediakan program kegiatan belajar mengajar yang utuh. Pada jenjang pendidikan TK potensi anak-anak yang berhubungan dengan kecerdasan (intellegence), keterampilan (skill), bahasa (language), perilaku bersosialisasi (social behaviour), fisik (motorik) maupun kesenian (estetika) mulai tumbuh dan berkembang.
Maka bimbingan dan bantuan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara profesional mutlak diperlukan agar kemampuan dan keterampilan anak-anak pada usia ini dapat berkembang secara maksimal. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya dukungan dari guru yang profesional dan lingkungan belajar yang mengasyikan serta media atau alat pembelajaran yang menarik.
Seorang pendidik dalam proses pembelajaran dituntut untuk kreatif dan inovatif. Sebab dengan pendekatan kreatif anak dapat diajak untuk bisa menemukan hal baru. Salah satu faktor yang paling urgen dalam pembelajaran, yaitu perlu menciptakan hal yang baru, menyenangkan dan enak di terima. Setidaknya membuat anak betah atau dapat mengangap sekolahan sebagai rumah kedua (second home) setelah keluarga.
Pembelajaran merupakan hal yang sangat unik dan kompleks, karena didalam pengajaran merupakan profesi yang membutuhkan keterampilan yang memadahi. Pada dasarnya pembelajaran anak-anak berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak dan berorientasi pada kebutuhan anak. Pokok program pembelajaran untuk anak usia prasekolah membutuhkan dukungan pemerintah dan guru yang profesional dibidangnya.
Anak-anak pada masa ini peran belajarnya hanya baru sampai pada tahapan bermain. Sebab bermain bagi anak sesungguhnya merupakan rangkaian dari kegiatan belajar. Memberikan kesempatan anak untuk bermain hakekatnya sama dengan memberikan kesempatan bagi orang dewasa untuk bekerja.
Maka dari itu tuntutan profesionalisme guru sangat dibutuhkan, hal ini terkait dengan landasan PAUD PP No. 27 Tahun 1990 dan UU No. 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional. Guru merupakan profesi atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus. Jadi sangar jelas sekali jika pekerjaan mendidik anak usia prasekolah tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang diluar bidang kependidikan, walaupun kenyataanya masih banyak guru TK dari kalangan luar kependidikan. Setidaknya guru mengetahui tugasnya yaitu profesi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan kepada anak didik.
Dalam proses belajar-mengajar guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing dan memberikan fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan. Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam sistem pendidikan untuk membantu proses perkembangan siswa secara detail. Guru bagi anak prasekolah merupakan ibu, mereka harus memahami kondisi psikologis atau sifat kodrati pada anak. Sebab pada anak pada masa ini perkembangan emosional dan egoisme anak sangat cepat. Guru juga berperan sebagai ahli interuksional, motivator, konselor yang dapat memberikan dorongan bagi anak untuk selalu berkreatifitas. Guru adalah ibu kedua bagi anak-anak setelah ibu susuannya, maka tak pelak jika perilaku anak adalah perilaku guru. Guru juga berperan aktif dalam setiap kegiatan anak dan menciptakan pembelajaran yang mengasyikan bagi anak.
Profesionalitas pendidikan merupakan suatu bentuk pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan zaman, peningkatan kualitas pendidikan harus senantiasa dilakukan untuk mengimbangi pesatnya perkembangan dan perubahan zaman..
Diposting oleh pondok pesantren fathul ma'arif suru di 23.47 0 komentar
Label: Pendidikan